Program Studi Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Surakarta (FEB UMS) menggelar kegiatan Penguatan Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Berbasis Isu Strategis Wilayah dan Komunitas. Agenda ini merupakan bagian dari Rencana Program Pengembangan Studi (RPPS) yang bertujuan meningkatkan kualitas dan kuantitas kegiatan pengabdian masyarakat, sekaligus memperkuat luaran penelitian dosen serta keterlibatan mahasiswa dalam pemberdayaan wilayah.
Kegiatan ini membahas berbagai isu strategis di beberapa wilayah mitra, antara lain Kabupaten Magelang, PCM Polanharjo, dan LPTP. Di Kabupaten Magelang, ditemukan potensi besar pada sektor pertanian organik, pariwisata alam seperti Telomoyo dan wisata petik kopi, serta industri marmer dan pahat batu. Namun demikian, tantangan seperti rendahnya inovasi, usia produktif petani yang menua, dan kurangnya perlindungan kekayaan intelektual masih menjadi perhatian utama.
Sementara itu, PCM Polanharjo memiliki potensi wisata air di Ponggok dan Umbul Pelem, serta kuliner khas seperti opor bebek Sidoharjo. Namun, potensi wilayah ini belum dimanfaatkan secara optimal karena masyarakat masih terbatas dalam kemampuan manajerial dan belum menganggap komunitas sebagai aset sosial ekonomi. Adapun di wilayah LPTP, permasalahan yang muncul meliputi stagnasi koperasi susu, lemahnya ekosistem pemasaran produk lokal, hingga perlunya revitalisasi konservasi daerah aliran sungai (DAS) dan pengembangan ekowisata berbasis energi terbarukan.
Dalam sesi diskusi, peserta aktif berdialog mengenai strategi pemberdayaan komunitas yang efektif. Salah satu pembahasan menarik datang dari pertanyaan tentang bagaimana menggerakkan masyarakat desa yang cenderung pasif. Narasumber memberikan berbagai perspektif, mulai dari pentingnya menemukan “champion” lokal yang dipercaya komunitas, membangun regulasi internal, hingga melibatkan lintas disiplin dosen agar kegiatan pengabdian lebih diterima oleh masyarakat.
Di akhir kegiatan, M. Arief selaku perwakilan dosen menyampaikan refleksi penting mengenai arah pengabdian masyarakat Prodi Ekonomi Pembangunan. Ia menekankan bahwa kegiatan pengabdian harus berdampak nyata, tidak sekadar formalitas. Melalui sinergi antara dosen, mahasiswa, dan masyarakat, diharapkan pengabdian yang dilakukan dapat menjadi model keberlanjutan dan mendukung implementasi Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) di tingkat lokal.


